Rangka Tubuh Manusia

Hewan dan manusia dapat bergerak secara aktif. Hal ini disebabkan karena manusia dan hewan memiliki alat rangka dan saraf sebagai pengatur gerak.  Manusia dan hewan bergerak untuk menanggapi rangsangan. Gerakan ini terjadi karena adanya kontraksi otot yang menggerakkan tulang. Kerja otot ada yang sinergis (saling mendukung) dan ada yang antagonis (berlawanan). Untuk lebih mengetahui tentang sistem gerak pada manusia, mari cermati uraian berikut.

 A. Rangka Tubuh
Pergerakan pada manusia terjadi karena adanya sistem rangka dan sistem otot. Rangka dapat digerakkan karena ada otot yang melekat pada rangka. Oleh karena itu, rangka disebut sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif.  Rangka memiliki beberapa fungsi, antara lain: sebagai alat gerak pasif, menunjang tegaknya tubuh, memberi bentuk tubuh, dan melindungi alat-alat tubuh dalam yang vital. Selain itu, sebagai tempat pembentukan sel-sel darah merah dan sebagai tempat penimbunan mineral. Rangka terdiri atas tulang rawan dan tulang keras.

1. Pengelompokkan Rangka Kerangka (skeleton) manusia dapat dibedakan menjadi  dua kelompok besar, yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikuler.
a. Tulang Aksial Skeleton aksial meliputi tengkorak, tulang belakang,  tulang dada, dan tulang rusuk. Tulang tengkorak terdiri atas 28 buah, semuanya berfungsi untuk melindungi otak, mata, dan telinga bagian dalam. Sedangkan, tulang belakang terdiri atas 33 ruas, masing-masing 7 ruas tulang belakang, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang kelangkang, dan 4 ruas tulang ekor. Tulang belakang berfungsi untuk menyangga tengkorak dan sebagai tempat melekatnya tulang rusuk.

b. Tulang Apendikuler Tulang apendikuler terdiri atas tulang anggota gerak  atas (tungkai atas) dan tulang anggota gerak bawah (tungkai bawah).

1) Tungkai atas Tungkai atas terdiri atas tulang selangka, tulang belikat,  tulang lengan atas (humerus), tulang lengan bawah yang terdiri atas tulang pengumpil (radius) dan hasta (ulna), pergelangan tangan (karpal) berjumlah 8 buah, telapak tangan (metakarpal) berjumlah 5 buah, dan ruas jari tangan (falanges) berjumlah 14 buah.
2) Tungkai bawah Anggota tungkai bawah bersambungan dengan tulang  aksial pada gelangan pinggul. Tungkai bawah terdiri atas tulang pinggul atau pelvic, paha (femur), tempurung lutut  (patela), tulang kering (tibia), betis (fibula), ruas pergelangan  kaki (tarsal) berjumlah 7 buah, telapak tangan (metatarsal) berjumlah 5 buah, dan ruas jari kaki (falanges) berjumlah 14 ruas.

2. Bentuk Tulang Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan  menjadi tiga macam, yaitu: tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.
a. Tulang Pipa Tulang pipa merupakan tulang yang berbentuk bulat,  memanjang seperti pipa, dan bagian tengahnya berlubang. Tulang pipa terdiri atas tiga bagian, yaitu kedua ujung tulang  (epifis), bagian tengah (diafisis), dan cakraepifisis (antara epifisis dan diafisis). Di dalam tulang pipa terdapat sumsum merah tempat pembuatan sel darah merah. Contohnya, tulang paha dan tulang lengan.

b. Tulang Pipih Tulang pipih memiliki bentuk gepeng dan tipis.  Contohnya, tulang belikat, tulang duduk, dan tulang tengkorak.

c. Tulang Pendek Tulang pendek memiliki bentuk seperti dadu.  Contohnya, pada ruas-ruas pergelangan tangan dan kaki. Selain ketiga bentuk di atas, terdapat tulang tak berbentuk, contohnya, tulang wajah dan ruas tulang belakang.

3. Pembentukan Tulang P embentukan tulang pada manusia dimulai dari tulang  rawan yang dibentuk pada saat janin berumur tiga bulan. Rangka ini berasal dari jaringan ikat embrional atau meseukim. Setelah kartilago terbentuk, rongga yang ada di lengannya akan berisi sel-sel pembentuk atau asteoblast. Pembuluh dari sistem haversi bercabang-cabang menuju matriks, mengangkut zat fosfor dan kalsium. Senyawa fosfor dan kalsium ini menyebabkan matriks tulang menjadi keras. Proses pengerasan tulang ini disebut osifikasi.

4. Persendian Persendian adalah jaringan penyambung antara tulang  yang satu dengan tulang yang lain untuk membentuk rangka  tubuh. Pada persendian terdapat cairan pelumas yang disebut cairan sinovia. Berdasarkan sifat geraknya sendi dibagi menjadi tiga macam, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis.

a. Sinartrosis Sinartrosis adalah hubungan antartulang yang tidak  memungkinkan adanya pergerakan. Sinartrosis dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1) Sinkondrosis Sinkondrosis adalah sendi yang kedua ujung tulangnya  dihubungkan dengan tulang rawan (kartilago). Contohnya,   hubungan antara tulang rusuk dengan ruas tulang dada dan hubungan ruas-ruas tulang belakang.
2) Sinfibrosis Sinfibrosis adalah sendi yang kedua ujung tulangnya  dihubungkan dengan serabut. Contohnya, hubungan antartulang tengkorak. Kemudian, serabut-serabut jaringan ikat ini mengalami osifikasi (penulangan). Hubungan antartulang tengkorak disebut sutura.

b. Amfiartrosis Amfiartrosis adalah bentuk hubungan antartulang  oleh kartilago yang menyebabkan adanya sedikit gerakan.  Amfiartrosis dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1) Simfisis Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih. Contohnya, sendi antara tulang rusuk dengan tulang belakang yang menyebabkan kamu bisa bernapas atau terjadi gerakan inspirasi dan ekspirasi.
2) Sindesmosis Pada sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan  ikat serabut dan ligamen. Contohnya, sendi antara tulang betis dan tulang kering.

c. Diartrosis Diartrosis adalah hubungan antara tulang yang satu  dengan tulang yang lain oleh persendian, sehingga bisa bergerak dengan leluasa. Berdasarkan tipe gerakannya, persendian diartrosis dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
1)  Sendi engsel, jika gerak tulang yang dihubungkan hanya  bergerak satu arah. Contohnya, hubungan tulang pada lutut, pada siku, dan tulang jari-jari.
2) Sendi putar, bila ujung tulang yang satu bergerak mengitari ujung tulang yang lain. Contohnya, sendi antara tulang tengkorak dengan tulang atlas yang menyebabkan kamu bisa menoleh dan menggeleng, tulang sendi ini juga terdapat pada humerus dengan tulang pengumpil.
3) Sendi pelana, bila kedua ujung tulang membentuk sendi seperti pelana. Contohnya, sendi pada ibu jari dan sendi antara karpal dengan metakarpal. 4) Sendi peluru, bila ujung yang satu berbentuk bongkol seperti peluru yang masuk ke ujung tulang lainnya yang berbentuk cekungan. Sendi ini menyebabkan gerakan yang lebih bebas. Contohnya, hubungan antara tulang paha dengan tulang pinggul.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rangka Tubuh Manusia"

Posting Komentar